Tanda Nabi Yunus dan Panggilan Kerendahan Hati (Renungan Harian)

Bacaan Injil hari ini mengisahkan akan banyaknya orang yang mencari Yesus. Mereka mencari Yesus bukan karena mereka percaya kepada-Nya, tetapi mereka hanya untuk meminta tanda dari Yesus. Orang-orang yang meminta tanda dari Yesus ini adalah orang-orang yang menganggap diri paling saleh dan suci. Mereka datang kepada Yesus untuk meminta suatu tanda daripada-Nya agar mereka percaya bahwa Yesus memang utusan Allah. Tetapi bapa/I, saudara/I, Yesus tidak memberikan mereka tanda, kecuali tanda Nabi Yunus.
Ketidak mampuan mereka untuk menangkap tanda-tanda yang sudah diperlihatkan Yesus membuat mereka menjadi bangsa yang tidak diperhitungkan Allah, meskipun mereka adalah keturunan Daud dan Abraham. Kedegilan dan kekerasan hati yang membuat mereka tidak mampu menangkap tanda-tanda dari Allah yang dibuat Yesus dalam hidup dan karya-Nya. Selain itu orang-orang yang mengikuti Yesus juga tidak mengerti akan tanda-tanda yang diberikan Yesus, mereka tidak menangkap makna dari mukjizat yang ditunjukan oleh Yesus. Mereka mengikuti Yesus hanya sekedar untuk mendapat mukjizat daripadanya. Dan sejatinya mereka tidak mengimani Yesus dan tidak mengenal bahwa Yesus adalah Anak Allah yang mahatinggi.
Saudara dan saudari yang dikasih Tuhan. Tindakan orang yang meminta tanda pada Yesus di masa lampau terjadi pula pada zaman ini. Seringkali kita meminta tanda dari Yesus. Kita berdoa kepada Yesus seringkali dimotivasi agar kita mendapat mukjizat. Harus diakui bahwa terkadang kita mencari Tuhan ketika kita mengalami masa sulit atau menderita, dan ketika kita mau meminta sesuatu daripada-Nya. Dan di saat doa kita tidak dikabulkan oleh Yesus, kita pun berpaling daripadanya dan bertanya apakah Tuhan itu benar-benar ada? Kenapa Tuhan tidak mendengarkan doa ku? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang menuntut Tuhan.
Bacaan injil hari ini merupakan suatu teguran bagi kita. Sabda Tuhan hari ini mengingatkan betapa seringnya kita yang menganggap diri saleh dan beriman justru meminta tanda kepada Tuhan dan menuntut bukti keberadaan dan cinta-Nya dalam hidup kita. Apalagi, saat kita mengalami situasi yang tidak nyaman, saat kita sedang menghadapi masalah, saat kita sedang terpuruk, kita mempertanyakan sikap Tuhan, mempertanyakan rencanaNya dan mengalami kesulitan menaruh kepercayaan yang mendalam pada Tuhan. Kita diundang untuk mempunyai iman yang besar sekaligus mempunyai kerendahan hati untuk terus menerus memahami kehendak Tuhan dalam hidup kita. kita juga diajak untuk terus menerus bertobat, dengan bertindak dan berperilaku seperti anak-anak Terang. Semoga sabda Tuhan hari ini meneguhkan hidup dan iman kita. Amin.
By: Fr. Yekry
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1782385713339554"
crossorigin="anonymous"></script>
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Trending Now
-
Penulis: Benyamin Rahmat Pendahuluan Pembangunan infrastruktur energi terbarukan, khususnya energi panas bumi (geotermal), telah menj...
-
Penulis: Ryan Arnold Kidung sang Musafir Di jalan setapak ini melintas sebuah kalimat tapi aku belum sempat mencatatnya Di jalan setapak k...
-
Senja di Kajuwulu Di bibir pantai Kajuwulu, matahari tergelincir perlahan seperti doa yang dituang ke laut, membasuh luka hari dengan...
-
Oleh: Ryan Arnold Kala itu, ketika senja terus membayang di ufuk kerinduan bersama pecahan waktu di bukit senja sembari bayu senja berdesir ...
-
Oleh: Sary Dafrossa InspirasiINDO.my.id .-Kamu tidak terlalu menarik untuk kupuja-puja mati-matian. Juga bukan orang kaya yang bisa kubangga...


No comments:
Post a Comment